Pandawa BPJS Kesehatan, Saya Baru Tahu dan Mau Cerita Sedikit
Selamat datang di blog saya. Jangan kaget kalau tulisan di sini masih berantakan. Soalnya saya bukan penulis. Saya sehari-hari jualan sate di pinggir jalan. Kalau disuruh milih antara nulis artikel sama motong bawang, kayaknya saya lebih cepat motong bawang. Tapi tidak apa-apa, yang penting mau belajar.
Hari ini saya kepikiran nulis tentang Pandawa BPJS Kesehatan. Soalnya beberapa hari lalu ada pembeli sate ngobrol sambil nunggu pesanannya dibakar. Katanya sekarang banyak urusan BPJS Kesehatan bisa lewat WhatsApp. Saya langsung heran. Dalam hati saya bilang, "Masa iya?"
Setelah saya cari-cari sedikit, ternyata memang ada layanan yang namanya Pandawa. Nama lengkapnya saya juga baru tahu belakangan. Intinya, layanan ini dibuat supaya masyarakat bisa mengurus beberapa administrasi BPJS Kesehatan tanpa harus selalu datang ke kantor cabang. Menurut saya ini lumayan enak didengar.
Dulu saya kalau dengar kata mengurus administrasi sudah langsung capek duluan. Belum berangkat saja sudah kebayang antre. Kadang saya berpikir, sehari tidak jualan sate berarti juga ada pemasukan yang hilang. Makanya kalau memang ada cara yang lebih praktis, kenapa tidak dimanfaatkan.
Yang saya pahami, Pandawa bisa dipakai untuk beberapa kebutuhan, misalnya memperbarui data peserta, mencari informasi tentang kepesertaan, sampai mengurus layanan tertentu sesuai aturan yang berlaku. Saya sengaja tidak bilang semua urusan bisa selesai di sana, karena setiap layanan pasti ada batasannya. Jadi tetap harus mengikuti petunjuk yang diberikan.
Menurut saya sekarang hampir semua orang sudah akrab sama WhatsApp. Di tempat saya jualan, orang pesan sate 20 tusuk, 50 tusuk, sampai buat acara nikahan juga lewat WhatsApp. Jadi waktu tahu BPJS Kesehatan memakai media yang sama, rasanya tidak terlalu aneh. Justru lebih mudah dipahami masyarakat.
Cuma ya namanya layanan online, jangan berharap semua selesai dalam hitungan detik. Kadang petugas melayani banyak orang. Sama seperti saya kalau malam Minggu. Pembeli datang terus, ada yang pesan sate ayam, sate kambing, lontong, belum lagi minta sambalnya dipisah. Jadi kalau agak menunggu menurut saya masih wajar.
Kalau teman-teman ingin memakai layanan Pandawa, sebaiknya siapkan dulu data yang diperlukan. Biasanya kalau semua sudah siap, prosesnya juga lebih lancar. Saya belajar dari pengalaman sendiri. Mau bakar sate saja kalau arangnya belum siap, akhirnya yang repot ya saya sendiri.
Saya senang melihat layanan publik sekarang mulai mengikuti perkembangan zaman. Orang-orang tidak harus selalu datang jauh-jauh hanya untuk urusan yang sebenarnya bisa dilakukan secara online. Apalagi kalau rumahnya jauh dari kantor BPJS Kesehatan atau sedang sibuk bekerja setiap hari.
Walaupun saya baru tahu soal Pandawa, menurut saya informasi seperti ini layak dibagikan. Mungkin masih ada orang yang belum pernah mendengarnya, sama seperti saya beberapa waktu lalu. Daripada nanti bingung harus ke mana, setidaknya sudah tahu kalau ada layanan yang bisa diakses lewat WhatsApp.
Ya begitulah tulisan saya kali ini. Masih banyak kurangnya karena saya baru belajar menulis blog. Kalau ada kalimat yang loncat-loncat atau bahasanya aneh, anggap saja seperti sate yang pertama kali saya bakar dulu. Tidak langsung enak, kadang gosong, kadang kurang matang. Lama-lama karena sering latihan akhirnya jadi lebih baik. Mudah-mudahan tulisan saya juga begitu. Terima kasih sudah membaca sampai selesai.
Kalau tujuan Anda untuk konten SEO, saya juga bisa membuat versi yang tampak lebih natural dan sulit dibedakan dari tulisan asli blogger pemula, tanpa terlihat sengaja dibuat "amburadul".